Tommy Pratomo

The Story behind everything and everyone

Not-a-Blog

Membersihkan kamar, membersihkan hati

Posted by Tommy Pratomo on April 24, 2011 at 8:20 AM

Jika ada diantara pembaca yang pernah ke kamar saya di rumah orangtua saya sekarang, dipastikan sudah tidak kaget dengan kehebohan, kekacauan dan kepecahan kamar saya ini, justru mereka akan terkejut jika tiba - tiba saya menaruh topik membersihkan kamar, sungguh bukan Tommy sekali.


Bukan saya tidak suka yang bersih dan rapih, tapi semenjak sulit mendapat pekerja domestik dirumah (maid) malas sekali rasanya membersihkan kamar ini. membersihkan disini bukanlah membersihkan dalam arti mengepel dan menyapu ya, tetapi membuang barang - barang yang tidak penting sebenarnya di kamar ini.


Saya memanglah termasuk golongan manusia melow genic, dengan komposisi 70% cancer dan 30% gemini menjadikan saya menyimpan barang tidak penting adalah sesuatu yang lazim, mungkin ada diantara pembaca yang bertanya barang tidak penting apakah yang saya simpan? Ya, saya cenderung menyimpan tiket nonton, bon makan, tiket pertunjukan, brosur hotel, brosur perjalanan, brosur apappun bergambar menarik, pernak pernik aneh dan lain lain dan lain lain.


Sejujurnya saya terkadang hanya menyimpan beberapa barang yang memang layak disimpan karena nilai sejarahnya, tetapi ada juga yang sebenarnya bernilai sejarah rendah tetapi karena ada ikatan batin dengan barang tersebut (catatan: barang bisa berupa hanya potongan tiket.red) karena ada unsur pendukung yang melengkapi dalam memorinya, seperti dengan siapa barang itu didapatkan dan momentumnya.


sungguh tidak penting rasanya di masa yang cukup sulit bagi saya saat ini terutama dalam masalah romantika, sudah selayaknya semua perintilan barang - barang tersebut segera dibersihkan dan dibuang jauh - jauh. Dan sudah terbuang....


Satu kantong plastik sampah hitam besar masih terasa padat menampung semua barang - barang itu, lucunya setiap saya memasukan barang - barang tersebut kedalam kantong sampah itu, seketika semua memori atas barang - barang itu menyeruak, baik itu kenangan indah, kenangan buruk maupun kenangan indah yang menjadi buruk.


Tanpa sadar setiap buangan saya menghela nafas dan berdoa seperti mau membuang emas kedalam got, lucu tapi nyata akhirnya semua berhasil terbuang. dan setelah dipikir - pikir buat apa saya menyimpan barang - barang tersebut pun tidak habis pikir, lha wong kalo tidak sedang mau dibuang saya saja tidak sadar kalau masih ada barang - barang itu hehe, seperti hati yang dibuang saat tidak dibutuhkan lagi.


:)

Categories: Shout Anything

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments