Tommy Pratomo

The Story behind everything and everyone

Not-a-Blog

view:  full / summary

Seni Menunggu - The Art of Waiting

Posted by Tommy Pratomo on May 20, 2011 at 3:47 AM Comments comments (0)

Menunggu dan ditunggu, pernahkah kita menunggu? tanpa perlu ditanya pasti semua menjawab pernah... Menunggu adalah bagian dari kehidupan yang tidak terpisahkan, ada yang menunggu dengan sengaja, ada yang tidak sengaja menunggu dan ada juga yang dipaksa menunggu.


Setiap hari pasti ada kegiatan menunggu yang kita lakukan, bahkan mulai dari kita bangun tidur di pagi hari, ketika bangun kita menunggu kamar mandi kamar mandi kosong, lalu menunggu terisi air, lalu menunggu poop kita keluar semua (hehe), menunggu kendaraan umum, menunggu lampu merah, menunggu bos atau anak buah datang, menunggu rapat dimulai, menunggu pesanan makan siang, menunggu waktu pulang, menunggu kendaraan umum, menunggu acara tv favorite dan menunggu waktu tidur,,,,sebuah siklus menunggu yang terjadi dalam 1x24 jam dengan beberapa tujuan dan dampak menunggu itu sendiri.


Menunggu tidak selamanya membosankan, seperti menunggu antrian teller di bank dan perpanjang sim atau paspor yang melelahkan itu, ada kalanya menunggu itu sangat menyenangkan, seperti menunggu hari ulang tahun, menunggu diterimanya hadiah dan menunggu kabar baik yang ditungu-tunggu, ada juga menunggu yang sangat indah seperti menunggu kelahiran sang bayi, menunggu saat perjanjian nikah dan menunggu diterimanya cinta. semua itu menunggu, tapi suka dan duka dengan kadar yang berbeda, karena ada juga menunggu yang penuh duka seperti menunggu dimakamkannya seseorang yg wafat, menunggu surat talak cerai, menunggu anak yang pergi jauh dan tak pernah memberi kabar dan sebagainya.


Setelah kita paham benar menunggu dan dinamikanya, kita mesti sadar betul bahwa tidak ada yang menunggu jika tidak ada yang ditunggu, yap ditunggu, kadang ditunggu sama ribet binti rempong nya dengan menunggu,ditunggu cenderung membuat kita gelisah dan ribet apalagi kalau kita telat dan membuat orang lain menunggu terlalu lama dan yang lebih repotnya lagi jika kita ditunggu bos untuk datang ke rapat dan terlambat, dampaknya adalah panik dan semakin tertekan serta stress jika jalanan pun ikut macet.


Ditunggu adalah dampak dari adanya yang menunggu, tidak ada yang menunggu jika tidak ada yang ditunggu, padahal mungkin hanya 20% penduduk Indonesia ini yang bisa segala sesuatunya tepat waktu, cenderung meleset dan ngaret.

Menunggu bagi kita seharusnya bukanlah sesuatu hal yang berat, bukan sesuatu hal yang melelahkan dan bukanlah sesuatu yang sia - sia..tentunya apabila yang kita tunggu itu mengandung suatu kepastian, sangat berharga untuk ditunggu dan sebanding dengan waktu yang kita habiskan untuk menunggu tersebut.


Banyak hal disekitar dan dalam perjalanan hidup kita menemukan di saat kita menunggu sesuatu yang sangat berharga sekali, the sweetest moment to be wait for might only happens once in a life time..


Jadi adakah yang kau tunggu dan menunggumu di saat ini?



waiting for #you


Galau...apa itu ya?

Posted by Tommy Pratomo on May 8, 2011 at 11:34 AM Comments comments (0)

Galau..sepenggal kata yang populer di telinga kita dan sering kita ucapkan atau dijadikan sebuah status dalam alat bantu sosial kita. tapi sebenarnya apa sih galau itu dan kenapa galau sering diasosiasikan dengan sebuah kesedihan dan kecemasan terutama dalam asmara?


Arti kata 'Galau' dalam tesaurus bahasa Indonesia berarti sinonim: berat otak, bimbang, bingung, cemas, gelisah, hilang akal, kacau, karut, keruh, khawatir, kusut, nanar, pakau, resah, ribut, risau, semak hati, senewen, sesat pusat, terombang-ambing, was-was. sedangkan dalam kamus bahasa Indonesia secara resmi 'galau' adalah: kacau tidak karuan (pikiran) (adjective). dan dalam terjemahan bebas ke English berarti: hubbub, confuse.


Selintas arti diatas memang ada benarnya dikaitkan dengan kekacauan pikiran dan keresahan, dimana keresahan menurut saya tidak hanya muncul melalui pikiran tetapi merupakan buah dari hati yang bergolak, bergolak karena tidak adanya kesesuaian antara apa yang di dalam hati, di dalam pikiran dan kenyataan yang ada.


Galau sudah menjadi makanan kita sehari - hari, hanya saja kadar dan kepekaan manusia berbeda - beda, ada yang galau hanya sekedar karena telepon tidak dibalas oleh teman atau pacar, hingga galau karena sedang dalam sidang perceraian atau mau menjalani hukuman penjara..wah seram.


Tetapi menurut saya galau adalah kadar terendah dari depresi atau stres, galau bisa dengan mudah sembuh dan lupa sendiri menjadi normal, penderita galau secara alam sadar mereka tahu bahwa mereka bisa sembuh dengan sendirinya bahkan tahu bagaimana mempercepat kesembuhannya, tetapi kebanyakan dari penderita menikmati kegalauannya detik demi detik karena mereka sadar bisa berhenti kapan saja menjadi galau, hanya saja belum mau berhenti.


Kegalauan tingkat tinggi menurut saya bisa saja akan berubah menjadi depresi dan stress yang tinggi, hal ini sejalan dengan masalah yang timbul dan bagaimana penderita mensikapinya, selanjutnya hal ini akan memasuki tahapan psikologis lanjutan, yang jelas saya kurang pahami secara harafiah.


Bagi saya, galau adalah buah kehidupan dalam setiap naik turunnya kebahagiaan dalam perjalanan hidup, kadang kita diatas kadang kita dibawah, kadang kita bahagia kadang pula kita sedih, semuanya berpulang kepada diri kita sendiri, memilih untuk galau dan sedih atau galau tapi bahagia.


Jika kita sudah  tahu apa itu galau, lalu sedang galau kah kita hari ini?



Foodcritique on web

Posted by Tommy Pratomo on May 6, 2011 at 1:50 PM Comments comments (0)

We are happy to annouce that we are developing website for Indonesian independent Food Critics at www.foodcritique-indonesia.com

We hope this site will be launch in a short moment.

Thank you

Zodiak dan asmara...oh well...

Posted by Tommy Pratomo on May 6, 2011 at 1:28 PM Comments comments (0)

Disadari atau tidak disadari dalam kehidupan kita sehari - hari tidak jauh - jauh dari yang namanya ramal meramal, dari yang sekedar baca zodiak dan shio di majalah sampai yang ketik Reg spasi weton bahkan sampai yang rela jauh - jauh datang ke gunung kawi ..wow..


Kali ini saya sedikit tergelitik ketika banyak teman - teman dan orang disekitar kita yang selalu secara tidak sengaja di bawah alam sadar mengkaitkan perjodohan, asmara atau romantika dengan zodiaknya masing - masing..sejujurnya termasuk saya hehe


Nah mumpung kita bicara soal zodiak dan asmara, mungkin copy paste saduran dari blog tetangga ini bisa sekalian ajang jualan diri saya mencari pujaan hati..*preet


Sengaja saya tekankan hanya dari sisi cancer vs 12 pilihan zodiak, karena saya adalah cancer meskipun sedikit terpengaruh gemini sih. silahkan dibaca dibawah ini



Cancer Vs Aries

 

Kamu berdua sangat ekspresif dalam berhubungan, cinta kamu sangat hidup dan nyata. Cancer yang cukup sensitif dipasangkan dengan Aries yang berapi-api, permasalahan yang kerap terjadi adalah adanya miscommunication. Sifat sensitif Cancer kadang memicu emosi Aries dan akhirnya memicu pertengkaran menjadi lebih besar.

 

Cancer Vs Taurus

 

Cancer selalu ingin mendalami emosi dan kepribadian pasangan, dan ingin membuat perubahan. Sementara Taurus adalah sosok keras kepala yang tak suka diatur. Hmm... sepertinya kalian berdua pasangan yang kurang cocok, karena lebih sering cekcok dan tertekan ketika berhubungan.

 

Cancer Vs Gemini

 

Gemini seringkali melakukan penolakan dan pemberontakan ketika ia merasa tertekan dan terancam. Sedang si Cancer langsung down ketika ia merasa ditolak. Secara keseluruhan kalian bukan pasangan yang cocok, si Gemini yang sangat menonjol lebih sering membuat si Cancer terluka.

 

Cancer Vs Cancer

 

Kamu berdua adalah pasangan yang sangat romantis dan bertanggung jawab. Tetapi karena sama-sama sensitif dan moody, sebaiknya kamu berdua saling mengerti dan lebih menghargai satu sama lain. But over all, kalian berdua pasangan yang serasi lho

 

Cancer Vs Leo

 

Leo adalah sosok yang suka hal glamor dan mewah, suka keramaian dan pesta. Sebaliknya si Cancer adalah sosok sederhana yang menyukai ketenangan. Dilihat dari sisi ini saja, ketika kalian berdua menjalin hubungan akan lebih banyak sisi ketidakcocokan. Sehingga ada baiknya kalian memikirkan ulang hubungan ini.

 

Cancer Vs Virgo

 

Jika kalian berdua sama-sama dapat meraih rasa percaya dari pasangan, maka kamu akan menjadi pasangan yang merasa aman dan tenteram. Virgo dapat mengimbangi sensitivitas Cancer dan membantunya membahas hal-hal kecil sampai perasaan yang mendalam. Jadi tunggu apalagi, kamu bisa melanjutkan hubungan ke arah yang lebih lanjut.

 

Cancer Vs Libra

 

Libra yang sangat romantis dan cerdas serta Cancer yang emosional. Pasangan yang cukup sulit untuk bersatu, karena Libra pada umumnya ingin selalu dipercaya dan tak suka hal yang ribet. Sensitivitas Cancer bisa menghancurkan mood Libra dalam sesaat. Padahal Libra adalah sosok yang sabar dan lembut.

 

Cancer Vs Scorpio

 

Ketika Cancer dan Scorpio bertemu jawabannya adalah cinta. kalian saling mengagumi satu sama lain, kesensitivitasan yang sama-sama dimiliki membantu untuk lebih mudah memahami perasaan pasangan. Memang terkadang terjadi pertikaian, namun hal itu tak akan berlangsung lama karena mereka dapat merasakan kepedihan pasangan.

 

 

Cancer Vs Sagittarius

 

Cancer adalah tipikal pengikat, sedangkan Sagittarius cinta akan kebebasan. Pada awalnya mereka pasangan yang saling mengagumi satu sama lain, namun lama kelamaan Cancer tak tahan juga dengan sifat Sagittarius yang memang lebih suka bersenang-senang ketimbang duduk diam dan saling beromantis ria.

 

Cancer Vs Capricorn

 

Sifat keduanya sedikit bertolak belakang, namun itulah yang menjadi sisi yang menarik bagi keduanya. Capricorn adalah orang yang sangat teratur dan sedikit kuno. Cancer adalah tipe yang moody dan sangat mengikuti intuisi. Keduanya bisa saja bertikai tatkala si Capri merasa Cancer terlalu berlebihan dalam merasakan sesuatu. Namun di sisi lain, cancer dapat merasakan perlindungan yang luar biasa dari capri, dan capri merasa dicintai sepenuhnya oleh cancer. Jadi kalian adalah pasangan yang cocok.

 

Cancer Vs Aquarius

 

Cancer yang penuh kehangatan, sedang Aquarius yang cuek bebek. Suatu pasangan yang bisa dipastikan tidak akan bertahan lama. Cancer yang sangat manja selalu butuh diperhatikan sementara Aquarius tak terlalu suka dengan perhatian yang muluk-muluk.

 

Cancer Vs Pisces

 

Keduanya adalah pasangan yang sangat sensitif, memiliki impian yang sama. Ketika salah satu jatuh dan merasa depresi maka yang lainnya akan menyelamatkan. Sungguh suatu pasangan yang serasi.

 

Jadi apakah kamu siap jatuh cinta dan mencintai si cancer?


sumber: gen22.blogspot.com

Kuru - Kuru

Posted by Tommy Pratomo on May 3, 2011 at 11:06 AM Comments comments (0)

Punyakah anda binatang peliharaan? sebagian dari anda pasti ada yang punya kucing, anjing, burung dan sebagainya, dulu saya punya semua itu plus marmoot, bebek, kelinci, iguana, ikan dan ayam..yap kebun binatang tepatnya. maklum saja saya anak tunggal, temannya sementara waktu pada masa kecil adalah binatang - binatang itu.

Saat ini saya hanya punya peliharaan kura - kura, seekor kura - kura bernama Kuru-Kuru Pratomo, yes Kuru-Kuru, seorang teman yang cantik Resty Wijayanti langsung berfikir itu nama penggulung rambut pesaing Babylis yang tersohor itu. si Kuru ini sudah ikut dalam kehidupan saya selama sekitar 1,5 tahun berada tepat di kamar saya. Sebenarnya Kuru ini adalah pengganti dari Kuru-Kuru 1 dan Kuru-Kuru 2, sepasang kura - kura yang saya miliki semenjak tahun 2005 yang sudah wafat sekitar 1,5 tahun lalu.

Kuru brothers adalah pasangan kura-kura yang unik mereka benar - benar hidup seperti Pet bagi saya, hidup bersama di dalam satu kamar selama 6 tahun selalu sadar dengan kehadiran saya tiap malam dengan melompat - lompat menggaruk kaca aquarium meminta makanan seperti memberi salam kedatangan saya, sungguh aneh bahwa saya pikir mereka tidak pernah menyadari ada kehidupan diluar aquarium itu.

6 tahun mereka bersama saya, 6 tahun pula mereka menjadi saksi pahit manis nya hidup yang saya jalani selama masa tersebut, mereka ada saat saya tertawa, ada saat saya sedih dan ada saat diaman semua keadaan tidak pasti.

Salah satu Kuru tiba - tiba wafat, tanpa ada gejala apapun, kaget bercampur sedih saat itu dan Kuru 1 dimakamkan secara kura-kura di halaman depan. ternyata kesedihan pun tidak hanya menghampiri saya tetapi juga Kuru 2 yang merasa kesepian saat itulah saya memutuskan untuk membeli seekor kura - kura lagi.

Namun baru 1 hari saya memberinya teman, ternyata Kuru 2 juga wafat tiba - tiba, entah dia begitu rindu dengan Kuru 1 atau memang mereka menderita penyakit yang sama. Dan akhirnya Kuru - Kuru Pratomo inilah yang setia selama 1,5 tahun menemani hingga sekarang.

Pernah terpikirkan untuk memberinya teman, tapi sepertinya dia harus bersabar seperti saya yang tetap bersabar menanti hadirnya hati yang benar - benar tulus di dermaga sepi ini.

My Late Bapak B'day

Posted by Tommy Pratomo on April 28, 2011 at 11:23 AM Comments comments (0)

Today is 28 April 2011, the date of my late Bapak (RIP) birthday, he will be 72 years old by now if he is still with us in this world. I have nothing to give him today but my pray for him, may he has a good rest beside Allah almighty.

I am the only one child in the family, we are closed enough each other, my bapak (pap) is like my best friend for me, when he passed away on 12 October 2000, there were so many changes in our life, especially for me and my Ibu (mom)

After almost 11 years he leave us, I never ever lost my memory about him, I really lost him a lot but i have to keep my self strong just to make my Ibu strong as well. So strange that i still remember his scent and somehow there are so many things he left in this house that keep my memory alive. Well, yesterday is just yesterday, today is today and I have to face for tomorrow, I hope he knew i always wants to make him happy just like I want to make my Ibu happy right now, no matter what..

Jengkol oh jengkol

Posted by Tommy Pratomo on April 27, 2011 at 9:35 AM Comments comments (0)

Saya yakin semua orang Indonesia tahu apa itu jengkol, terlepas mereka pernah memakannya atau bahkan memegangnya atau tidak. tetapi bagi saya jengkol adalah makanan raja - raja, makanan yang dinanti - nantikan tetapi tidak bisa dinikmati sesuka hati, diperlukan tata cara dan aturan serta etika memakan jengkol, selain untuk kepentingan kesehatan tetapi juga kepentingan pergaulan.

Jengkol atau dalam bahasa latin bernama Pithecollobium Jiringa adalah tanaman khas Indonesia yang sering dibuat masakan semur atau balado terutama dari masakan daerah Jawa Barat, perbatasan jawa tengah dan sebagian Sumatera. Jengkol sering dihindari karena baunya yang menyengat serta after efek dalam bau urinenya yang membuat malu di toilet umum atau saat bertamu di rumah orang, sedangkan jengkol pun tidak direkomendasi untuk dimakan terlalu sering karena dapat mengakibatkan jengkolan, yaitu dengan gejala anyang - anyangan, hal ini terjadi karena adanya partikel kristal kecil dalam zat jengkol yang menggangu saluran urine.

Terlepas semua itu jengkola dalah bagian hidup saya, meskipun jarang memakannya (karena tahu diri) tapi selalu dinanti di warteg - warteg terdekat, seingat saya perjumpaan saya pertama dengan jengkol adalah sekitar tahun 1987 saat saya masih SD dan susah makan, saya susah makan karena mudah bosan makanan rumah dan tidak suka dengan nasi yang pulen / lembek, sehingga menyuruh pembantu membeli nasi warteg yang pera dengan jenis beras pegawai negeri saat itu adalah hal yang luxurious untuk saya.

Seiring dengan seringnya membeli lauk atau sekedar nasi di warteg, terkenalah sentuhan kelezatan jengkol yang tiada tara, kelembutan tekstur jengkol tua serta wangi khas yang legit dipadu dengan kelezatan bumbu semur ala warteg sangat menggoda hati dan berkesan bagi saya seumur hidup.

Begitu senangnya saya dengan jengkol pernah beberapa mantan saya ada yang keluarganya dengan sengaja memasakan jengkol untuk saya. Bahkan beberapa waktu lalu seorang teman Vivi Rahmawati yang memang hobi masak, dengan senang hati membuatkan jengkol semur untuk saya dan maknyos mantap sekali rasanya.

Bagi anda yang belum pernah mencoba, jengkol sesekali bisa menjadi sesuatu hal eksotik yang layak dicoba, setidaknya sekali seumur hidup untuk dapat dikenang dan diceritakan ke anak cucu nanti.


Ipad, Tab or Playbook?

Posted by Tommy Pratomo on April 26, 2011 at 1:53 PM Comments comments (0)

Saat diluncurkannya Ipad satu tahun kebelakang ini saya melihat benda bodoh bagaikan ipod touch kecil saya yang direndam di minyak tanah dan mekar menjadi besar, tidak kepikiran sama sekali saya untuk membeli barang tersebut karena belum tahu betul kebutuhannya apa dan belum rela melepas 6 juta+ untuk ipod touch mekar tersebut.

Hingga 2 minggu terakhir ini entah terkena bisikan setan boros mana saya mengalami sakau hebat ingin memiliki Ipad ataupun Tablet sejenis lainnya dengan basis Android 2.2 Froyo, sampai - sampai hasrat kesakauan saya menjadi - jadi saat playbook serta merta menjadi pilhan lain untuk dibeli.

Ketiga perangkat yang didambakan ini mempunyai kelebihan dan kekurangan masing - masing, dan bagi saya bagi ketiganya adalah kekurangan uang baik saya untuk membelinya..hufff.

sampai detik ini tulisan diturunkan saya masih menjatuhkan pilihan ke ZTE light V9 dengan basis Android 2.2 Froyo sebagai perangkat impian, bukan karena paling canggih, bukan karena paling murah juga, tetapi untuk kebutuhan saya saat ini sepertinya ZTE ini yang paling mendekati sempurna untuk saya gunakan, selain berkamera, bentuk ringkas dan sejujurnya murah sih hehe.

Well we'll see what happen by tomorow, I wish I could post this blog with that device very soon..


Membersihkan kamar, membersihkan hati

Posted by Tommy Pratomo on April 24, 2011 at 8:20 AM Comments comments (0)

Jika ada diantara pembaca yang pernah ke kamar saya di rumah orangtua saya sekarang, dipastikan sudah tidak kaget dengan kehebohan, kekacauan dan kepecahan kamar saya ini, justru mereka akan terkejut jika tiba - tiba saya menaruh topik membersihkan kamar, sungguh bukan Tommy sekali.


Bukan saya tidak suka yang bersih dan rapih, tapi semenjak sulit mendapat pekerja domestik dirumah (maid) malas sekali rasanya membersihkan kamar ini. membersihkan disini bukanlah membersihkan dalam arti mengepel dan menyapu ya, tetapi membuang barang - barang yang tidak penting sebenarnya di kamar ini.


Saya memanglah termasuk golongan manusia melow genic, dengan komposisi 70% cancer dan 30% gemini menjadikan saya menyimpan barang tidak penting adalah sesuatu yang lazim, mungkin ada diantara pembaca yang bertanya barang tidak penting apakah yang saya simpan? Ya, saya cenderung menyimpan tiket nonton, bon makan, tiket pertunjukan, brosur hotel, brosur perjalanan, brosur apappun bergambar menarik, pernak pernik aneh dan lain lain dan lain lain.


Sejujurnya saya terkadang hanya menyimpan beberapa barang yang memang layak disimpan karena nilai sejarahnya, tetapi ada juga yang sebenarnya bernilai sejarah rendah tetapi karena ada ikatan batin dengan barang tersebut (catatan: barang bisa berupa hanya potongan tiket.red) karena ada unsur pendukung yang melengkapi dalam memorinya, seperti dengan siapa barang itu didapatkan dan momentumnya.


sungguh tidak penting rasanya di masa yang cukup sulit bagi saya saat ini terutama dalam masalah romantika, sudah selayaknya semua perintilan barang - barang tersebut segera dibersihkan dan dibuang jauh - jauh. Dan sudah terbuang....


Satu kantong plastik sampah hitam besar masih terasa padat menampung semua barang - barang itu, lucunya setiap saya memasukan barang - barang tersebut kedalam kantong sampah itu, seketika semua memori atas barang - barang itu menyeruak, baik itu kenangan indah, kenangan buruk maupun kenangan indah yang menjadi buruk.


Tanpa sadar setiap buangan saya menghela nafas dan berdoa seperti mau membuang emas kedalam got, lucu tapi nyata akhirnya semua berhasil terbuang. dan setelah dipikir - pikir buat apa saya menyimpan barang - barang tersebut pun tidak habis pikir, lha wong kalo tidak sedang mau dibuang saya saja tidak sadar kalau masih ada barang - barang itu hehe, seperti hati yang dibuang saat tidak dibutuhkan lagi.


:)

Food critics on TV soon

Posted by Tommy Pratomo on April 24, 2011 at 5:12 AM Comments comments (0)

Well well, who never guess I would be on TV for this food critics business, this program named "Sweet Moment Planner" a party planner competition to create sweet moment from decor, concept, execution and off course food taste, nutrition and preparation.

It is a honor for me to become the culinary judge for this program, working together with Dian Nitami as event planner judge and Nadya Mulya as the host. We are still taping and today is the 2nd episode, will be on GlobalTV on June.

This is my 2nd TV show experience since my previous program "Aku Perempuan" at GlobalTV as a chef (not celebrity chef hehe)

Anyway do not forget to watch the show, this program is fully supported by Tropicana Slim



Rss_feed